(0362) 92380
gerokgak@bulelengkab.go.id
Kecamatan Gerokgak

Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kecamatan Gerokgak Tahun 2026

Admin gerokgak | 26 Mei 2026 | 48 kali

Pemerintah Kecamatan Gerokgak melaksanakan kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kecamatan Gerokgak pada Selasa, 26 Mei 2026, bertempat di Ruang Rapat Niti Sabha Kantor Camat Gerokgak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kecamatan Gerokgak.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, SP, didampingi Camat Gerokgak I Gd Arya Rimbawa Giri, S.IP., M.AP., serta Analis Kebencanaan I Gede Mahendra, S.T., MM. Turut hadir sebagai narasumber dari UPTD KPH Bali Utara di bawah Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.

Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Gerokgak yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya perhatian bersama terhadap kondisi wilayah Gerokgak yang memiliki karakteristik masyarakat di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Beliau juga menekankan bahwa perubahan iklim dan potensi bencana dapat berdampak terhadap ketersediaan pakan ternak, meningkatnya risiko penyakit ternak, hingga ancaman terhadap sektor perikanan dan pertanian masyarakat.

Selain itu, Camat Gerokgak menyampaikan bahwa upaya mitigasi seperti penanaman mangrove di sepanjang pesisir merupakan langkah strategis dalam menjaga lingkungan dan mengurangi dampak abrasi serta mendukung habitat biota laut. Penanaman mangrove disebut sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Gerokgak.

Dalam arahannya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng menyampaikan pentingnya membangun sinergi, komunikasi, dan koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana. Beliau memaparkan data penanganan bencana di Kabupaten Buleleng, di mana pada tahun 2025 tercatat sebanyak 510 kali penanganan bencana, sedangkan hingga April 2026 tercatat 410 kasus kejadian bencana.

Sementara itu, Kecamatan Gerokgak dinilai berhasil menjaga angka kejadian bencana tetap rendah. Pada tahun 2026 hingga April tercatat hanya 10 kasus kejadian bencana. Dari 14 desa di Kecamatan Gerokgak, sebanyak 12 desa sempat berpotensi mengalami kekeringan, namun melalui berbagai upaya mitigasi jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi 4 desa terdampak.

BPBD Kabupaten Buleleng juga menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam penanganan bencana, termasuk membantu penanganan pohon tumbang dan menjaga lingkungan sekitar. Selain itu, disampaikan pula bahwa BPBD telah memiliki sistem pelaporan satu pintu melalui aplikasi PUSDALOG untuk melaporkan kerugian material akibat bencana.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Analis Kebencanaan I Gede Mahendra, S.T., MM., terkait kerawanan kekeringan di Kecamatan Gerokgak sesuai Peraturan Bupati Buleleng Nomor 4 Tahun 2026 tentang Rencana Kontingensi Kekeringan Kabupaten Buleleng Tahun 2026–2029. Dijelaskan bahwa Kecamatan Gerokgak memiliki curah hujan rendah dan musim kemarau panjang, terutama pada bulan Juli hingga Oktober, sehingga rawan mengalami krisis air bersih.

Kondisi geografis berupa perbukitan dan kawasan dengan formasi geologi berpori turut menyebabkan minimnya cadangan air permukaan serta penurunan debit mata air saat musim kemarau. Dampaknya dapat menyebabkan krisis air bersih bagi masyarakat dan ancaman gagal panen di wilayah pertanian.

Pada sesi berikutnya, narasumber dari UPTD KPH Bali Utara, Dana Sugandi selaku Polisi Kehutanan, menyampaikan materi mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Disampaikan bahwa 99 persen kejadian Karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia, baik karena kesengajaan maupun kelalaian.

Upaya mitigasi yang dapat dilakukan antara lain pembuatan sekat bakar untuk mencegah penyebaran api, deteksi dini kebakaran, patroli rutin, serta pemanfaatan informasi hotspot dari citra satelit sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Para peserta saling bertukar informasi dan pengalaman terkait penanganan bencana di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pihak dapat meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, serta bersama-sama menjaga lingkungan guna meminimalisir risiko bencana di Kecamatan Gerokgak.