Gerokgak — Camat Gerokgak menghadiri acara Peresmian Monumen KRI Nanggala 402 yang diselenggarakan pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Pura Segara Rupek, Desa Sumber Kelompok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para prajurit TNI Angkatan Laut yang gugur dalam menjalankan tugas negara, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Dharma Samudra.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Utusan Provinsi Bali dan berlangsung dengan khidmat, ditandai dengan penandatanganan prasasti Monumen KRI Nanggala 402. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Laksamana Pertama TNI Muhammad Iwan Kusuma, S.E. selaku Komandan Komando Operasi Kapal Selam, Kolonel Laut (P) Cokorda Parta Pamayun dari Lanal Denpasar, Kolonel Laut (P) Hendra selaku Dirops Kapal Selam, Letkol Laut (P) Gede Padang Suryawan, dan Letkol Laut (P) Putut, serta seluruh perwira dan anggota Lanal Denpasar.
Selain unsur TNI AL, acara ini juga dihadiri oleh Asisten II Bupati Buleleng Bidang Administrasi Pemerintahan, Kapolsek Gerokgak, perwakilan Taman Nasional Bali Barat, General Manager BUMN Pelindo, Camat Gerokgak, Kepala Desa Sumber Kelompok, perwakilan BUMN se-Bali, serta perwakilan SMP, SMA, dan SMK se-Kecamatan Melaya.
Dalam sambutannya, perwakilan DPD RI menyampaikan bahwa nilai-nilai luhur Majapahit masih tercermin dalam berbagai simbol kebangsaan seperti Gula Kelapa, Merah Putih, bendera TNI Angkatan Laut, serta simbol Ibu Pertiwi dan Ayah Angkasa yang menggambarkan ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Sebagai bangsa maritim, laut merupakan elemen utama yang harus dijaga dan bagi masyarakat Bali diyakini sebagai anugerah Tuhan yang dipuja melalui Dewa Baruna sebagai penguasa laut dan samudra. Oleh karena itu, pemilihan lokasi Segara Rupek di Kecamatan Gerokgak sebagai tempat berdirinya Monumen KRI Nanggala 402 memiliki makna spiritual dan merupakan kehendak leluhur, karena kawasan tersebut diyakini sebagai tempat suci yang secara historis dan spiritual tidak dapat ditaklukkan tanpa restu para dewa dan leluhur.
Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan peninjauan Monumen KRI Nanggala 402 oleh para undangan. Pemerintah Kecamatan Gerokgak mendukung penuh keberadaan monumen ini sebagai sarana penghormatan kepada para pahlawan laut serta penguatan nilai-nilai sejarah, kebangsaan, dan semangat kemaritiman.