Gerokgak, 10 September 2026 – Sekretaris Camat Gerokgak didampingi Kepala Seksi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan Gerokgak membuka kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, khususnya pemilahan sampah, yang dilaksanakan Kamis (10/9).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para Kelian Banjar Dinas dari desa-desa se-Kecamatan Gerokgak, dengan dua desa yang tidak dapat hadir, yaitu Desa Musi dan Desa Pengulon. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng.
Dalam arahannya, Sekretaris Camat Gerokgak menekankan pentingnya pemilahan sampah, khususnya sampah plastik, mulai dari sumbernya. Para Kelian Banjar Dinas diharapkan dapat menjadi ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat dalam memberikan edukasi dan pemahaman, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah.
Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan program berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan dan kesadaran seluruh masyarakat. Selain itu, disampaikan pula imbauan terkait kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya agar masyarakat tidak sembarangan membakar sampah maupun material lain yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari penyuluh DLH Kabupaten Buleleng yang menjelaskan situasi dan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bengkala serta tata cara pengelolaan dan pemilahan sampah plastik secara lebih rinci.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, sejumlah kendala dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat turut dibahas. Di antaranya belum optimalnya pelaksanaan pemilahan sampah oleh masyarakat, keterbatasan pendanaan dalam pengelolaan sampah, serta masih adanya retribusi dalam kegiatan pemungutan sampah.
Sebagai salah satu solusi, masing-masing Kelian Banjar Dinas disarankan untuk mendorong pembentukan bank sampah di wilayahnya. Sampah plastik yang telah dipilah selanjutnya dapat disalurkan kepada pengepul plastik di lingkungan setempat maupun melalui Bank Sampah Induk (BSI).
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga disampaikan rencana untuk melakukan studi tiru ke Desa Tukad Sumaga, yang telah menerapkan upaya menarik partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah. Salah satu praktik yang diterapkan adalah mendorong warga membawa sampah plastik ke desa ketika memiliki keperluan kedinasan maupun saat menerima bantuan, dengan penerapan sanksi apabila tidak membawa sampah plastik.
Melalui sosialisasi ini, Kecamatan Gerokgak mendorong adanya langkah nyata dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, sehingga kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dapat semakin meningkat serta memberikan dampak positif bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan.