Gerokgak — Kecamatan Gerokgak menjadi lokasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Meeting yang dipimpin langsung oleh Camat Gerokgak, I Gd Arya Rimbawa Giri, S.IP., M.AP., dengan dihadiri para tamu undangan dari unsur kecamatan, pada Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Penelitian & Kajian Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) – Kementerian Pertahanan terkait perencanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis budaya dan pariwisata hijau di wilayah Buleleng, Bali. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung Holding Company.
Tim peneliti yang hadir berjumlah tujuh orang, dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Unhan RI sekaligus Dosen Prodi FTTP Unhan RI, Laksma TNI Dr. Yanda Dwira Firman Z., S.T., M.C.M., CIT., selaku Ketua Tim Peneliti.
Dalam sambutannya, Camat Gerokgak menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kecamatan Gerokgak sebagai lokasi pelaksanaan FGD. Ia menegaskan bahwa Gerokgak memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata dan budaya yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah awal dalam menggali dan merumuskan potensi daerah, khususnya di Kecamatan Gerokgak. Harapannya, melalui kajian ini dapat menghasilkan perencanaan yang matang dan berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Camat Gerokgak.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kajian ini difokuskan pada perencanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis budaya dan pariwisata hijau yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Ia menyampaikan bahwa konsep pengembangan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan budaya lokal.
“Pengembangan kawasan ini diharapkan mampu mengintegrasikan potensi pariwisata, budaya, serta sumber daya alam yang dimiliki daerah, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci utama dalam keberhasilan implementasi program ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya dukungan data dan masukan dari pemerintah daerah sebagai dasar dalam penyusunan kajian yang komprehensif dan aplikatif. FGD ini menjadi salah satu tahapan penting dalam menggali informasi lapangan, potensi wilayah, serta tantangan yang dihadapi dalam pengembangan kawasan.
Adapun anggota tim peneliti terdiri dari Dosen Prodi Ketahanan Energi FMP Unhan RI Laksda TNI (Purn) Dr. Suyono Thamrin, Drs., S.T., M.Eng.Sc., M.Tr.Opsia., CIQaR., CIQnR., IPU., CPHCM.; Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum Pascasarjana Unhan RI sekaligus Dosen Prodi Strategi Pertahanan Udara FSP Unhan RI Marsma TNI Dr. Samsul Bahari, M.Bus.; Dosen Prodi Ketahanan Energi FMP Unhan RI Dr. Ir. Imam Supriadi, M.M.; Kapus Penelitian Kawasan FMP Unhan RI Kolonel Inf Drs. Susilo Wardoyo, M.Si.; Dosen Prodi Ketahanan Pangan FKN Unhan RI Dr. Bima Putra Pratama, S.T.P.; serta Mahasiswa Ketahanan Pangan FKN Unhan RI Amalia Riduan sebagai asisten peneliti.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pihak akademisi dalam mendukung perencanaan pembangunan yang berkelanjutan, berbasis potensi lokal, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.