Gerokgak, 27 Februari 2025 – Kasi Pembangunan Kecamatan Gerokgak, Made Pasek Widiana, S.Si., bersama staf menghadiri Forum Perangkat Daerah Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Tahun 2025 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting. Forum ini bertujuan untuk membahas Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 dalam sektor pertanian.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, yang menyampaikan gambaran umum kondisi daerah, termasuk luas wilayah, topografi, jumlah penduduk, serta kawasan hutan. Selain itu, disampaikan juga data luas sawah di Kabupaten Buleleng yang masih memiliki potensi untuk pengembangan pertanian, meskipun terjadi alih fungsi lahan.
Dalam paparan yang disampaikan, beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain:
1. Potensi Sektor Pertanian dan Peternakan
Kabupaten Buleleng masih memiliki potensi besar dalam budidaya padi di beberapa kecamatan.
Sektor peternakan, terutama sapi, menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Perkebunan seperti anggur, pisang, dan kelapa menjadi komoditas unggulan yang terus dikembangkan.
2. Isu Strategis dalam Sektor Pertanian dan Pangan
Diperlukan upaya penyelesaian berbagai isu pertanian agar hasil produksi meningkat.
Program ketahanan pangan harus berjalan sesuai rencana dan selaras dengan program pemerintah pusat.
3. Penyampaian Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian
Masih mengacu pada visi dan misi Bupati Buleleng 2005-2025.
Gambaran umum program yang dijalankan beserta besaran pagu anggaran Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Tahun 2025.
Bantuan bibit dan program pendanaan sektor pertanian.
4. Bantuan Pertanian untuk Kecamatan Gerokgak Tahun 2025
Bantuan bibit ternak sapi untuk Desa Patas.
Bantuan sumur bor untuk Desa Tukadsumaga.
5. Rencana Program dan Kegiatan Tahun 2026
Penyediaan dan pengembangan sarana pertanian, termasuk bibit tanaman, alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit ternak, pemeliharaan kebun, serta pengelolaan pakan.
Penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian, seperti pembangunan jalan usaha tani, irigasi, serta fasilitasi pupuk dan pestisida.
Pengendalian kesehatan hewan dan masyarakat veteriner, dengan program pemberantasan penyakit hewan menular, penyediaan obat, serta pendampingan manajemen peternakan.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi guna menyerap aspirasi peserta forum dalam penyusunan RKPD Tahun 2026. Forum ini diharapkan dapat merancang kebijakan pertanian yang sejalan dengan visi dan misi kepala daerah terpilih serta selaras dengan program nasional pemerintah pusat.