(0362) 92380 gerokgak@bulelengkab.go.id
Kecamatan Gerokgak
Berita Hoax Tanggal 14, 15, 16, dan 17 Juli 2021
Admin gerokgak | 21 Juli 2021 | Dibaca 134 kali

Masih masifnya berita hoax di media sosial dewasa ini yang menyebabkan keresahan warga, namun bukan berarti Pemerintah berpaku tangan dan tetap melakukan investigasi terhadap isu hoax yang terus berhembus dan oleh sebab itu kami meneruskan Laporan Isu Hoaks Harian Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika 14, 15, 16, dan 17 Juli 2021 yang dirangkum oleh Tim CIRT Pemerintah Kabupaten Buleleng, sebagai berikut ;

1.      Rekrutmen PT Pupuk Indonesia (Persero)

Beredar di media sosial sebuah infogra?s terkait rekrutmen karyawan di salah satu perusahaan BUMN yaitu PT Pupuk Indonesia (persero). Dalam gambar yang beredar PT Pupuk Indonesia (persero) membuka beberapa posisi salah satunya yaitu sales atau marketing.

Dilansir dari Instagram resmi milik PT Pupuk Indonesia (persero) @pt.pupukindonesia, mengklari?kasi bahwa sampai saat ini PT Pupuk Indonesia (persero) belum membuka lowongan pekerjaan. Informasi resmi terkait rekrutmen hanya disampaikan melalui situs www.pupuk-indonesia.com.

 

2.      Meniup Cairan Antiseptik Lewat Sedotan untuk Membuang Udara Kotor dari Paru-paru

Beredar sebuah video melalui media sosial TikTok yang menunjukan cara yang diklaim mampu membersihkan udara kotor dalam paru-paru. Cara itu dilakukan dengan meniup udara sampai habis ke dalam gelas berisi cairan antiseptik menggunakan sedotan. Video tersebut juga disertai narasi “Berjuang Negatif #pejuangcovid19 #covid19”.

Dilansir dari kompas.com, Dokter Spesialis Paru dan Konsultan Onkologi di RSUD dr. Pirngadi Medan, Moh Ramadhani menjelaskan, cara sebagaimana terlihat dalam video yang viral tersebut tak akan memberikan manfaat apa pun. Terkait bagaimana sebaiknya jika ada pasien positif, sesak nafas, dan ingin melonggarkan pernapasannya, ia menjelaskan hal itu bisa dilakukan dengan prone position. “Prone position adalah cara yang benar untuk pasien covid ada guidelines-nya, bukan tiup-tiup air Betadine,” kata dr. Pirngadi. Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, hal demikian sebaiknya tidak dilakukan. Menghembuskan seluruh nafas justru bisa berbahaya karena memaksa paru-paru kehilangan dead volume respiration.

 

3.      Tidak Ada Kasus Kematian Covid-19 di Vietnam

Beredar di dalam grup Whatsapp sebuah narasi bahwa tidak ada kasus kematian karena Covid-19 di Vietnam.

Klaim bahwa tidak ada kasus kematian karena Covid-19 di Vietnam, adalah salah. Faktanya, hingga saat ini terdapat ratusan kasus kematian karena Covid-19 di Vietnam. Berdasarkan data yang dihimpun Johns Hopkins, terdapat kasus kematian. Dari 32.665 kasus positif Covid-19 terdapat 125 kasus kematian. Kemudian media Vietnam juga menyampaikan hal yang sama. Pada 8 Juli 2021 dilaporkan terdapat 3 kasus kematian baru.

 

4.      Poster Seruan Aksi Tolak PPKM Darurat di Pasuruan

Telah beredar unggahan sebuah poster digital berisi seruan aksi penolakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Poster tersebut bertuliskan "PASURUAN MELAWAN. Seruan aksi: #TOLAKPPKMDARURAT, #MENINDASRAKYATKECIL”. Pada isi poster juga terdapat keterangan waktu pelaksanaan aksi yang akan digelar pada Kamis 15 Juli 2021 di halaman Kantor Wali Kota Pasuruan.

Dikutip dari laman Medcom.id, Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto menegaskan bahwa seruan aksi tersebut adalah kabar bohong dan saat ini pihaknya tengah menyelidiki pembuat gambar tersebut. Endy juga menjelaskan bahwa Tim dari Polres Pasuruan Kota telah mengantongi nama-nama akun media sosial yang ikut menyebarkan poster digital tersebut. Terdapat 11 akun yang menyebarkan. Endy mengungkapkan, Polres Pasuruan Kota tidak akan segan bertindak tegas untuk mengambil langkah hukum jika akun-akun media sosial yang sudah diperingatkan, kembali mengunggah gambar bertuliskan kata-kata provokatif tersebut.

 

5.      Detektor Radiasi Elektromagnetik dapat Mendeteksi Radiasi dari Vaksin Covid-19

Beredar sebuah informasi di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa vaksin Covid-19 mengandung logam/nano chip/nano bot. Klaim itu juga disertai dengan video yang menunjukkan sebuah alat detektor elektromagnetik yang disebut dapat mendeteksi radiasi akibat logam yang terkandung di dalam vaksin.

Faktanya, dilansir dari Turnbackhoax.id yang mengutip dari PolitiFact, para ahli mengatakan tidak mungkin vaksin Covid-19 dapat berkontribusi pada penciptaan medan elektromagnetik yang akan memicu detektor EMF. Dr. Gregory Poland, kepala Kelompok Penelitian Vaksin Mayo Clinic, mengatakan “sama sekali tidak ada vaksin yang bisa melakukan ini.” Dr. Stuart Ray, seorang profesor di Divisi Penyakit Menular di Departemen Kedokteran Universitas Johns Hopkins menjelaskan bahwa “semua benda memancarkan EMF – karena EMF adalah radiasi apa pun dan semuanya memancarkan energi kecuali pada nol mutlak.” (Dia mengacu pada suhu nol mutlak, atau -459,67 derajat Fahrenheit). Dengan pemikiran ini, Ray mengatakan ada kemungkinan bahwa tubuh manusia dapat memancarkan semacam radiasi – dan para ahli mengon?rmasi bahwa semua hal, termasuk tubuh manusia, memancarkan radiasi. “Tapi tidak ada sama sekali dalam vaksin yang kami harapkan untuk mengubah jumlah radiasi yang dikeluarkan seseorang,” kata Ray. Dia juga merinci bahwa vaksin Covid-19 tidak akan mempengaruhi jumlah radiasi seseorang. Dengan demikian klaim bahwa vaksin mengandung logam/nano chip/nano bot yang menyebabkan radiasi elektromagnetik dalam diri manusia meningkat adalah hoaks.

 

6.      40% Mitra Driver Gojek Positif Covid-19

Telah beredar sebuah informasi yang tersebar melalui pesan instan dan memuat tangkapan layar yang menyatakan bahwa 40% driver Gojek positif Covid-19.

Faktanya, informasi yang tersebar melalui pesan instan tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari pernyataan resmi perusahaan, sejak awal pandemi Gojek telah secara konsisten menerapkan #ProteksiEkstra pada setiap layanannya untuk terus meningkatkan keamanan bagi seluruh ekosistem Gojek. Sejak Maret 2021, Gojek telah secara masif dan konsisten melakukan program vaksinasi bagi ratusan ribu mitra driver dan mitra usaha yang saat ini telah dilaksanakan di 36 kota dan kabupaten di Indonesia. Selama ini Gojek juga terus melakukan pemantauan dan pendataan secara ketat terkait kondisi kesehatan serta kepatuhan mitra driver terhadap protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pengukuran suhu tubuh, serta status vaksinasi yang juga dapat dilihat melalui aplikasi konsumen. Dari hasil pemantauan tersebut Gojek menonaktifkan sementara akun driver yang terkon?rmasi positif COVID-19 dan memberikan kompensasi berupa bantuan pendapatan selama mitra driver melaksanakan isolasi mandiri 14 hari.

 

7.      Larangan Keluar Rumah Malam Hari di Pekanbaru

Beredar pesan berantai melalui WhatsApp informasi terkait himbauan bagi warga Pekanbaru untuk tidak keluar rumah diatas pukul 19.00 WIB. Jika melanggar, maka akan ditertibkan oleh Tim Covid Hunter.

Faktanya, Asisten I Sekretariat Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Azwan saat dikon?rmasi, menegaskan pesan itu tidak benar atau hoaks. Adapun menurut Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang menyebut, pesan yang menyebar itu berlebihan. Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru setiap malam memang terus melakukan patroli untuk memantau penegakan protokol kesehatan di tengah masyarakat. Ditambah lagi dengan adanya pengetatan PPKM Mikro saat ini. Lebih lanjut, Iwan menyebut Tim Satgas yang bergerak membawa serta petugas dari Dinas Kesehatan untuk melakukan tes swab antigen di tempat dengan tujuan agar ada efek jera kepada para kerumunan.

 

8.      Dokumen Bank Dunia Disebut Tunjukkan Tanggal Berakhirnya Proyek Covid-19

Telah beredar foto tangkapan layar dokumen Bank Dunia yang disebut-sebut menunjukkan tanggal berakhirnya proyek Covid-19. Dalam foto tangkapan layar itu, terdapat keterangan dalam dokumen bertuliskan 'Expected Project Closing Date' pada 31 Maret 2025. 

Setelah ditelusuri lebih lanjut, faktanya dokumen asli dari Bank Dunia mengungkapkan bahwa tujuan dari proyek ini adalah untuk mencegah, mendeteksi dan menanggapi ancaman yang ditimbulkan oleh Covid-19 dan memperkuat sistem nasional untuk kesiapsiagaan kesehatan masyarakat.

 

9.      Tidak Ada Nakes yang Tertular Covid-19

Beredar unggahan di media sosial Twitter berupa narasi yang menyebut tidak ada Tenaga Kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19 selama pandemi terjadi. Selain itu, disebutkan juga bahwa yang menjadi korban virus corona hanya masyarakat kecil dan kematian akibat Covid-19 hanya ada di rumah sakit.

Dilansir dari merdeka.com, klaim pada unggahan tersebut adalah hoaks. Adapun menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr M Adib Khumaidi SpOT ada ratusan nakes tertular Covid-19 bahkan sebagian dari mereka ada yang meninggal dunia karena virus tersebut. Selanjutnya, klaim yang menyebut kematian akibat Covid-19 hanya di rumah sakit adalah hoaks. Faktanya, terdapat ratusan pasien Covid-19 meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri di rumah, diduga akibat tidak adanya pendampingan dari nakes.

 

10.  Tidak Ada Klaster Covid-19 saat Pilkada

Beredar pada sosial media Twitter sebuah cuitan berupa informasi mengenai Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang tetap digelar meski di tengah pandemi Covid-19 serta tidak ditemukannya Klaster Covid-19 saat Pilkada 2020. 

Setelah ditelusuri, dikutip dari medcom.id, klaim yang menyebutkan tidak ada klaster penyebaran Covid-19 saat perhelatan Pilkada adalah salah. Faktanya, ditemukan sejumlah klaster pilkada Covid-19 di beberapa daerah. Salah satunya di Provinsi Banten. Klaster pilkada tersebar di empat kabupaten/kota. Dilansir dari bbc.com, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan klaster pilkada muncul di empat daerah yang melaksanakan pemilu, yaitu Kabupaten Serang, Tangerang Selatan, Cilegon, dan Pandeglang.

 

11.  Daftar Nama Penyakit yang Bisa Dinyatakan Covid-19 oleh Rumah Sakit

Telah beredar di media sosial sebuah unggahan berupa informasi terkait daftar penyakit yang akan dinyatakan sebagai penderita Covid-19 jika pasien dibawa ke Rumah Sakit.

Faktanya, klaim yang mengatakan bahwa daftar penyakit yang akan dinyatakan sebagai penderita Covid-19 apabila pasien dibawa ke Rumah Sakit adalah salah. Epidemiolog dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria, menjelaskan sejumlah penyakit penyerta terkait Covid-19 yang bisa memperparah kondisi pasien. Ketika orang dengan komorbid tersebut terkena Covid-19, maka ada risiko cukup tinggi untuk mengalami gejala parah.

 

12.  Link Kuota Belajar Kemendikbud 75 GB dan Subsidi Pulsa 250 Ribu

Beredar pesan berantai melalui media sosial WhatsApp sebuah informasi yang menyebutkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memiliki program kuota belajar 75 GB dan subsidi pulsa senilai Rp250 ribu yang akan berakhir pada 14 Agustus 2021.

Dilansir dari medcom.id, klaim link yang berkaitan dengan program kuota belajar dari Kemendikbud, adalah tidak benar. Faktanya, kabar tersebut pernah beredar lama kembali di tengah masyarakat. Dengan informasi yang senada yaitu, "Beredar Link Subsidi Pulsa Rp200 Ribu dan Kuota 125 GB".

 

13.  Pemerintah Resmi Izinkan Sholat Idul Adha 1442 H Berjama'ah di Wilayah PPKM Darurat

Beredar sebuah gambar hasil tangkapan layar milik media berita online Okezone dengan judul "Breaking News, Pemerintah Resmi IZINKAN Sholat Idul Adha 1442 H Berjama'ah Di Wilayah PPKM Darurat (Jangan Takut Covid-19!)". Gambar tersebut juga berisi foto Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang tengah tampil dengan mengenakan jas dan peci.

Faktanya, gambar tersebut adalah hasil editan. Dilansir dari nasional.okezone.com, Pemimpin Redaksi okezone.com M Budi Santosa, menegaskan bahwa gambar itu merupakan hasil rekayasa dari gambar asli yang dipublikasikan Okezone.com di akun Instagram resminya pada awal Juni 2021 lalu. Gambar asli yang diunggah oleh Okezone bertuliskan: "Breaking News, Terkendala Covid-19, Haji 2021 Resmi Dibatalkan".

 

14.  PPKM Darurat diperpanjang hingga 2 Agustus 2021

Beredar sebuah informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa PPKM Darurat resmi diperpanjang hingga tanggal 2 Agustus 2021. Terdapat pula surat Polda Jatim terkait perpanjangan durasi PPKM Darurat. Dalam surat itu, dijelaskan bahwa PPKM Darurat bakal diperpanjang hingga Agustus 2021. 

Berdasarkan penelusuran, Polda Jatim memastikan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan grup whatsapp itu tidak benar. Faktanya, Surat Telegram Kapolda Jawa Timur dengan Nomor: STR/759/VII/OPS.2/2021 tertanggal 3 Juli 2021 itu terkait Operasi Aman Nusa II Semeru. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Gatot Repli Handoko menjelaskan, durasi Operasi Aman Nusa II memang berbeda dengan durasi PPKM Darurat. Pelaksanaan PPKM Darurat dilaksanakan selama 2 minggu dimulai sejak 3 hingga 20 Juli 2021 dan Operasi Aman Nusa II Semeru dilaksanakan selama 1 bulan dimulai sejak 3 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021.

 

15.  Jokowi Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden

Beredar video di media sosial Facebook sebuah informasi yang menyebutkan bahwa Presiden Jokowi mengundurkan diri dari jabatan sebagai Presiden. Dengan unggahan narasi "Saya, Presiden Indonesia. Memohon maaf atas ucapan, tindakan dalam menangani covid, akibatnya Indonesia menjadi negara gagal".

Dilansir dari liputan6.com, klaim kabar Presiden Jokowi mengundurkan diri dari jabatan sebagai Presiden adalah tidak benar. Faktanya, sumber narasi tersebut diambil dari cuitan akun Twitter @Andiarief__. Cuitan tersebut diunggah pada 8 Juli 2021.

 

16.  Akun WhatsApp Mengatasnamakan Bupati Sumedang

Beredar tangkapan layar dari sebuah akun WhatsApp yang mengatasnamakan Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir. Akun tersebut mengirimi pesan kepada pengurus yayasan dan pondok pesantren dengan modus penggalangan donasi.

Dilansir dari akun Instagram pribadi miliknya @dony_ahmad_munir, Bupati Dony mengklarifikasi bahwa nama serta fotonya dicatut oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Akun tersebut menghubungi sejumlah pihak diantaranya pengurus yayasan dan pondok pesantren untuk menggalang dana. Dony mengimbau untuk waspada dan berhati-hati jika ada yang menghubungi menggunakan nomor WhatsApp tersebut.

 

17.  Infografis Berisi Ajakan untuk Tidak Mengupload Pemberitaan Terkait Covid-19

Beredar sebuah gambar infografis berisi ajakan untuk berhenti mengunggah berita seputar Covid-19, infografis tersebut mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Pada infografisnya disebutkan bahwa hal ini dilakukan agar masyarakat kompak untuk tidak upload berita tentang Covid-19 agar masyarakat tenang dan tenteram. 

Faktanya, informasi pada infografis tersebut adalah tidak benar dan tidak memiliki sumber kredibel. Pemerintah Kabupaten Probolinggo pada media sosialnya menegaskan bahwa infografis tersebut adalah hoaks dan bukan dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menanggapi banyaknya infografis tersebut dengan mengatakan bahwa saat ini Pemerintah terus berusaha transparan dan masif menyampaikan update terkait Covid-19, bukan untuk memberikan ketakutan terhadap masyarakat melainkan guna meningkatkan rasa kewaspadaan dan menjaga satu sama lain di masa pandemi Covid-19 ini.

 

18.  Pendaftaran CPNS Tutup pada 14 Juli 2021

Beredar di media sosial Facebook unggahan tautan link Youtube dengan klaim bahwa pendaftaran CPNS tahun 2021 akan berakhir pada 14 juli 2021. 

Berdasarkan penelusuran, Badan Kepegawaian Negara (BKN) meluruskan informasi mengenai batas waktu pembuatan akun dan pendaftaran seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) 2021 baik untuk CPNS maupun PPPK berakhir pada Rabu, 14 Juli 2021. Melalui akun Instagram-nya @bkngoidofficial, BKN menyatakan pendaftaran masih bisa dilakukan hingga 21 Juli 2021. Sebagai informasi, pembuatan akun dan pendaftaran calon ASN telah berlangsung sejak 20 Juni 2021 lalu. Namun, para peserta masih dapat melakukan pembuatan akun serta pendaftaran hingga 21 Juli 2021. Kemudian untuk pengumuman seleksi administrasi peserta akan dilaksanakan pada 28 Juli hingga 29 Juli 2021.

 

19.  Cara Mengecek Gelombang Bluetooth bagi Orang yang Sudah Divaksin Covid-19

Beredar informasi di media sosial dan aplikasi percakapan yang menyebut penerima Vaksin Covid-19 bisa dideteksi via bluetooth. Hal itu bisa terjadi karena vaksin yang disuntikkan mengandung microchip atau magnet. Pada narasinya juga terdapat petunjuk untuk mengecek gelombang bluetooth bagi orang yang sudah divaksin Covid-19.

Faktanya, dilansir dari covid19.go.id yang mengutip dari lembaga pengecekan fakta fullfact.org, klaim tersebut tidaklah benar alias hoaks. Tubuh yang sudah divaksin tidak mungkin dapat terkoneksi ke bluetooth karena vaksin terdiri dari sejumlah bahan kimia yang tidak bisa mentransmisikan gelombang radio dari jarak pendek. Saat fullfact.org melakukan penelusuran untuk mengetahui AC dan EC berasal, ditemukan bahwa kode “EC”, yang diklaim sebagai vaksin sebenarnya adalah produk dari perusahaan Logitech yang membuat aksesori nirkabel, dan kode “AC” adalah produk yang dibuat oleh perusahaan bernama Chongqing Fegui Electronics, yakni produsen sejumlah perangkat elektronik, seperti pemutar video, laptop, dan printer. Kode bluetooth yang tersambung pada perangkat elektronik orang di dalam video tersebut dimungkinkan berasal dari perangkat elektronik lainnya, entah itu laptop, komputer, atau smartphone yang ada di dekatnya.

 

20.  Video Demo Ricuh Tolak PPKM di Pasuruan

Beredar sebuah rekaman suasana ricuh yang diklaim sebagai suasana demo PPKM Darurat di Pasuruan.

Faktanya, dilansir dari timesindonesia.co.id, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman, menegaskan video yang beredar itu adalah Hoaks. Kadiskominfo Pemkot Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat juga menjelaskan rekaman yang beredar tersebut bukanlah kejadian demo PPKM Darurat di Pasuruan. Melainkan kejadian video aksi demo menolak Omnibus Law yang terjadi di depan gedung DPRD Kota Pasuruan pada bulan Oktober 2020 lalu.

 

21.  Drone Dikirim ke Rumah Ulama untuk Semprotkan Virus Mematikan

22. Beredar sebuah pesan berantai pada aplikasi WhatsApp mengenai informasi rumah Ulama dan Kiai di Madura didatangi pesawat tanpa awak (drone). Dalam pesan berantai disebutkan drone tersebut menyemprotkan cairan virus yang mematikan. 

23. Dikutip dari medcom.id, klaim informasi drone dikirim ke rumah ulama dan kiai di Madura untuk menyemprotkan virus adalah salah. Faktanya, dilansir dari regamedianews.com, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sampang, Amrin Hidayat menegaskan informasi tersebut adalah palsu atau hoaks. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Terlebih informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

 

Share Berita Ini :


Berita Terpopuler