(0362) 92380 gerokgak@bulelengkab.go.id
Kecamatan Gerokgak
Berita Hoax Tanggal, 21 Juli 2021
Admin gerokgak | 22 Juli 2021 | Dibaca 64 kali

Masih masifnya berita hoax di media sosial dewasa ini yang menyebabkan keresahan warga, namun bukan berarti Pemerintah berpaku tangan dan tetap melakukan investigasi terhadap isu hoax yang terus berhembus dan oleh sebab itu kami meneruskan Laporan Isu Hoaks Harian Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika  21 Juni 2021 yang dirangkum oleh Tim CIRT Pemerintah Kabupaten Buleleng, sebagai berikut ;

1.    [Hoax] Mulai 21 Juli 2021 Warga Jember Lepas Masker

Beredar sebuah ?yer berisi pengumuman "mulai tanggal 21 Juli 2021, Warga Jember Lepas Masker". Flyer tersebut diklaim dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember Jawa Timur serta memuat foto Bupati dan Wakil Bupati Jember.

Faktanya, informasi pada ?yer tersebut adalah tidak benar dan bukan merupakan informasi resmi yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Jember. Pada media sosial milik Pemerintah Kabupaten Jember diklari?kasi bahwa ?yer tersebut adalah hoaks. PLT Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Habib Salim menghimbau masyarakat Jember untuk berhenti menyebarkan ?yer atau infogra?s tersebut.

 

2.    [Hoax] Syarat Buat KTP Harus Punya Kartu Vaksin Covid-19

Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook berupa informasi yang menyebutkan bahwa syarat membuat kartu tanda penduduk (KTP) kini memerlukan kartu vaksin Covid-19.

Dilansir dari Kompas.com, klaim tersebut tidak benar. Faktanya hal ini disampaikan oleh kepada Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ia mengatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada persyaratan tambahan dalam pembuatan KTP elektronik di pelayanan Dukcapil. Ia juga menambahkan mengenai alur pembuatan KTP elektronik pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, dia memastikan masih tetap sama seperti sebelumnya.

 

3.    [Hoax] Lemon dan Tomat Bisa Menyebabkan Hasil Tes Rapid Positif

Beredar di sosial media Facebook sebuah informasi mengenai sejumlah nama buah-buahan seperti tomat, blackberry dan lemon yang diklaim bisa menyebabkan hasil uji rapid test positif.

Dikutip dari kumparan.com, makanan dengan kandungan asam tinggi seperti buah-buahan jenis kiwi, anggur, jeruk, dan minuman manis bisa menghasilkan hasil positif. Hanya saja hal itu tidak akurat. Sebab, alat tersebut tidak dipergunakan untuk buah-buahan seperti itu.

 

4.    [Disinformasi] Jumlah Vaksin Moderna Kiriman AS Menyusut 1 Juta Saat Tiba di Indonesia

Sebuah akun media sosial Facebook membagikan gambar hasil tangkapan layar dari sejumlah media terkait dengan kedatangan vaksin Moderna kiriman dari Amerika Serikat (AS). Gambar-gambar itu dibagikan dengan narasi bahwa AS mengirim 4 juta dosis vaksin Moderna, namun Jokowi mengaku hanya menerima 3 juta dosis. Pada unggahan juga tertulis “Dasyattt... baru perjalanan AS ke Indonesia sudah susut 1 juta. Mirip-mirip anggaran daerah dari PUSAT ke DAERAH ke DESA lah ya... Pelakunya kalau nggak tuyul gondrong ya bajing loncat”.

Faktanya, klaim adanya penyusutan sebesar 1 juta jumlah vaksin yang dikirim AS, dari jumlah total 4 juta menjadi 3 juta adalah tidak tepat. Dilansir dari cekfakta.tempo.co, berdasarkan hasil penelusuran pengiriman 4 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna dari AS ke Indonesia terbagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama AS memang hanya mengirimkan sebanyak 3 juta dosis vaksin yang tiba di Indonesia pada 11 Juli 2021. Kemudian AS kembali mengirimkan tambahan 1,5 juta dosis pada tahap kedua yang tiba di Indonesia pada 15 Juli 2021. Dengan begitu, total donasi vaksin virus corona dari Amerika Serikat untuk Indonesia sebanyak 4,5 juta dosis.

 

5.    [Disinformasi] 5 Orang dalam Satu Rumah Meninggal Serentak Usai Divaksin Covid-19

Beredar di media sosial Facebook sebuah video dengan keterangan yang menyebutkan bahwa sebanyak lima orang dalam satu rumah meninggal secara bersamaan usai divaksin Covid-19, dalam narasinya juga disebutkan kejadian tersebut berlokasi di Probolinggo, Jawa Timur.

Dilansir dari medcom.id, klaim bahwa video itu memperlihatkan lima orang dalam satu rumah meninggal secara bersamaan usai divaksin Covid-19 di Probolinggo, Jawa Timur, adalah salah. Kelima jenazah itu dipastikan meninggal tidak ada kaitannya dengan Covid-19. Adapun peristiwa tersebut bukan terjadi di Ponorogo, melainkan di Masjid Al karomah, Desa Sumurgayam, Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Selanjutnya, kelima jenazah itu juga bukan berasal dari satu keluarga atau satu rumah. Mereka berasal dari dua desa yang berbeda. Dua jenazah dari Desa Sumurgayam dan sisanya dari Desa Paciran. Kelima jenazah itu disalatkan dan dimakamkan secara bersamaan karena lokasi dan waktunya berdekatan.

 

6.    [Disinformasi] Video Berita Kompas TV terkait Vaksin Covid-19 Palsu

Beredar di media sosial sebuah video yang memuat logo Kompas TV berisi narasi terkait vaksin Covid-19 palsu. Pengunggah dalam narasinya mengklaim banyak vaksin Covid-19 palsu yang disuntikkan ke penerima vaksin.

Faktanya, video tersebut tidak terkait dengan vaksin Covid-19. Dikutip dari Kompas.tv, potongan video Kompas TV dengan narasi vaksin Covid palsu tersebut adalah hoaks. Video itu merupakan video lama berupa potongan berita dari Kompas TV yang diunggah ke akun Youtube Kompas TV pada 15 Juli 2016. Saat itu, Indonesia tengah dihebohkan dengan peredaran vaksin palsu untuk balita di beberapa rumah sakit.

 

7.    [Hoax] Vaksinasi Covid-19 Merusak Genetika Tubuh dan Menyebabkan Kematian 2 Tahun Kemudian

Beredar sebuah pesan berantai pada platform WhatsApp yang menyebutkan bahwa setiap orang yang telah di vaksinasi Covid-19 akan meninggal dunia 2 Tahun kemudian. Selanjutnya, orang yang telah divaksin akan mengalami kerusakan genetik dan tidak bisa diselamatkan. Disebutkan pula bahwa Mahkamah Agung Amerika Serikat telah membatalkan vaksinasi Covid-19 secara massal disebabkan alasan tersebut.

Faktanya, informasi pada pesan berantai tersebut bukan merupakan informasi resmi yang disampaikan pihak berwenang, seperti WHO. Klaim yang menyebutkan vaksin Covid-19 dapat merusak genetika adalah tidak benar, hal ini telah diklari?kasi oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melalui situs resminya covid19.go.id yang mengatakan bahwa modi?kasi genetik hanya bisa terjadi jika memasukkan DNA asing ke dalam inti sel manusia, sedangkan vaksin Covid-19 sama sekali tidak melakukan itu. Dilansir dari Cek Fakta medcom.id, terkait klaim yang menyebutkan Amerika Serikat membatalkan vaksinasi Covid-19 secara massal akibat vaksin di anggap tidak aman adalah hoaks. Pemerintah Amerika Serikat tidak mewajibkan vaksinasi universal dan Mahkamah Agung juga belum mempertimbangkan masalah ini.

 

8.    [Hoax] Surat Mengatasnamakan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Gresik

Beredar sebuah surat di media sosial yang mencatut nama serta menggunakan kop surat Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Gresik. Surat tersebut berisi informasi tentang penyaluran donasi untuk tempat ibadah yang berada di wilayah daerah Kabupaten Gresik tahun 2021. Terlihat surat tersebut ditandatangani oleh Pj Sekda Gresik, Abimanyu Pontjo Iswinarno.

Dilansir dari Instagram milik Pemerintah Kabupaten Gresik @pemkabgresik, mengklari?kasi bahwa surat tersebut tidak benar atau hoaks. Sekda Gresik tidak pernah mengeluarkan surat terkait pengumpulan donasi. Jika ada pihak yang membawa surat permintaan donasi seperti itu, warga bisa melaporkannya ke polisi.

 

9.    [Hoax] Ajakan untuk Stop Upload Berita Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten Gresik

Beredar poster di media sosial Twitter yang berisi sebuah informasi terkait ajakan kepada masyarakat Gresik untuk tidak mengunggah berita tentang Covid-19. Poster tersebut juga memuat logo Pemerintah Kabupaten Gresik.

Dilansir dari turnbackhoax.id, klaim poster atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik yang berisi ajakan masyarakat Gresik kompak untuk tidak upload berita tentang Covid-19 agar masyarakat tenang dipastikan hoaks. Faktanya, Reza Pahlevi sebagai Kabag Humas Pemkab Gresik menyatakan bahwa Pemkab Gresik tidak pernah merilis poster tersebut.

 

10. [Hoax] Penampakan Penyebaran Zat Kimia Penyebab Penyakit di Langit

Beredar sebuah video yang menampilkan foto garis putih seperti awan dengan klaim penampakan penyebaran zat kimia penyebab penyakit dari pesawat di langit atau Chemtrails. Dalam narasi unggahan juga dituliskan bahwa zat berbahaya tersebut telah disebarkan di berbagai daerah yang membuat seseorang akan batuk, pilek dan radang setelah itu dinyatakan Covid-19 apabila menghirup zat berbahaya itu.

Dikutip dari liputan6.com, klaim tersebut adalah salah. Asap putih seperti awan yang terlihat di langit setelah pesawat lewat adalah hal yang biasa. Fenomena jejak putih itu dikenal dengan jejak kondensasi pesawat terbang atau disebut dengan condensation trail yang disingkat Contrail dan tidak ada hubungannya dengan Covid-19.

 

11. [Hoax] Pengakuan Mantan Menkes, Siti Fadilah Supari “Sudah Sering Kena Covid-19 Sejak Dulu”

Beredar sebuah pesan berantai melalui media sosial WhatsApp berisi informasi terkait pengakuan Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari yang mengaku sudah sering kena Covid-19 sejak dulu. Dalam narasinya juga disebutkan bahwa sebenarnya virus Covid-19 adalah virus jinak biasa yang tidak berbahaya namun diframing berbahaya oleh WHO. Gejala-gejala Covid-19 sebenarnya biasa dialami oleh orang penderita ?u atau asam lambung sejak jaman dahulu.

Faktanya, pihak kuasa hukum Siti Fadilah, Achmad Cholidin membantah tulisan tersebut berasal dari Siti Fadilah Supari. "Itu bukan tulisan Ibu. Jadi banyak sekali saat ini tulisan mengatasnamakan Ibu, tapi ibu tidak pernah menulis, karena ibu khawatir dijadikan komoditi politik. Yang pendapat ibu yang benar hanya di (channel) YouTubenya ibu", ungkap Achmad. Ia juga menyatakan Siti Fadilah hingga saat ini belum pernah terkon?rmasi positif Covid-19.

 

12. [Hoax] Kurir Tetap Bekerja Meskipun Positif Covid-19

Beredar sebuah pesan di aplikasi WhatsApp yang berisi tentang informasi dari customer perusahaan logisitik/jasa layanan pengantaran barang. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa sejumlah kurir terkena Covid-19 dan menyebabkan keterlambatan pengiriman barang, namun kurir-kurir yang sakit tersebut tetap harus bekerja jika masih kuat.

Dilansir dari antaranews.com, pesan tersebut adalah hoaks atau tidak benar. Menurut VP Sales & Marketing Anteraja, Andri Hidayat menegaskan bahwa perusahaannya selalu mementingkan keselamatan kurir serta menjalankan protokol kesehatan yang berlaku dengan ketat dan disiplin. Disampaikan juga oleh Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo), Mohamad Feriardi menjelaskan bahwa penerapan protokol yang ketat dan disiplin menjadi hal yang harus dikomunikasikan asosiasi kepada seluruh anggota tidak hanya bagi kurir, tapi keseluruhan seperti kantor, alat transportasi, dan lainnya.

 

13. [Disinformasi] Seorang Karyawan PT Freeport Indonesia Meninggal Dunia Setelah Divaksin

Telah beredar di media sosial sebuah informasi terkait seorang Karyawan Elektrik Underground di PT Freeport Indonesia meninggal dunia usai divaksin di area PT Freeport Indonesia pada Sabtu (17/7/2021).

Faktanya, Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob menjelaskan informasi yang beredar bahwa karyawan yang meninggal dunia karena vaksin itu tidak benar. Johannes menambahkan bahwa almarhum Bapak Nano Susanto adalah karyawan underground, yang mengikuti vaksin pertama tanggal 7 Juli 2021. Beliau meninggal tanggal 16 Juli. Dijelaskan Almarhum juga memiliki riwayat penyakit jantung koroner.

 

14. [Disinformasi] Video Bentrok Pedagang Pasar Jagasatru dengan Satpol PP

Beredar di media sosial Facebook sebuah video yang memperlihatkan pedagang di sebuah pasar sedang bentrok dengan Satpol PP. Pada video, terlihat pedagang melempari Satpol PP dengan tempat penyimpanan buah dan sayur. Kejadian tersebut juga diklaim terjadi di Pasar Jagasatru, Kota Cirebon.

Faktanya, dilansir dari cirebonkota.go.id, Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Berintan, Kota Cirebon, Drs. Sekhurohman menjelaskan video bentrok pedagang pasar dengan Satpol PP tidak terjadi di Kota Cirebon. Dijelaskan Sekhurohman, video bentrok antar pedagang dan Satpol PP itu terjadi di Pasar Kartini Peunayong, Banda Aceh, 24 Juli 2021 lalu.

 

15. [Disinformasi] Kerusuhan di Terminal Metro Pusat

Beredar di media sosial WhatsApp sebuah video yang memperlihatkan kerusuhan antara sekelompok orang dengan petugas Satpol PP yang disebut terjadi di Terminal Metro Pusat.

Faktanya menurut Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati melalui Kasat Intelkam IPTU Harminto menyampaikan, video kerusuhan yang berlangsung di pasar tersebut benar terjadi, namun bukan di Kota Metro. Lokasi kejadian yang sebenarnya di Pasar Kartini, Peunayong Banda Aceh, sekira pukul 01.00 WIB pada 24 mei 2021 yang lalu.

 

16. [Hoax] Labu Kuning Kukus Dapat Sembuhkan Covid-19

Beredar sebuah informasi melalui WhatsApp grup yang menyebutkan bahwa memakan labu kuning kukus dapat menyembuhkan orang dari penyakit akibat Covid-19. Informasi ini juga menyertakan kisah dari orang lain yang sembuh dari Covid-19, 3-4 hari setelah mengonsumsi labu kuning kukus ini.

Namun setelah dilakukan penelusuran, informasi ini ternyata keliru. Khasiat labu untuk dapat menyembuhkan penyakit Covid-19 belum dapat dibuktikan kebenarannya. Guru Besar Farmasi UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt menyatakan bahwa belum ada hasil penelitian terhadap labu kuning hangat bisa menyembuhkan penderita Covid-19. Zullies menyatakan, labu kuning memang mengandung antioksidan dan vitamin yang bermanfaat untuk kesehatan. Namun, manfaat tersebut tidak dikhususkan untuk mengobati penderita Covid-19.

 

17. [Hoax] Akun Facebook Mengatasnamakan Wakil Wali Kota Semarang

Beredar di media sosial sebuah tangkapan layar dari akun Facebook yang mengatasnamakan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Melalui akun Instagram resmi miliknya @mbakitasmg, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengunggah tangkapan layar dari akun Facebook palsu yang mencatut nama serta fotonya itu. Dirinya mengimbau untuk berhati-hati terhadap permintaan pertemanan atau pesan messanger dari akun yang mengatasnamakan dirinya itu. Jangan langsung percaya dengan pesan dan permintaan apapun yang bertujuan untuk menipu.

 

18. [Disinformasi] Pawai Obor Jebol Penyekatan di Puncak

Beredar viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan adanya konvoi ribuan kendaraan di kawasan puncak, Gadog, Kabupaten Bogor. Video tersebut disebarkan tepat di malam takbiran Iduladha pada Senin (19/7) malam. Dalam video viral tersebut disebutkan terjadi kepadatan di lampu merah Gadog atau Puncak Bogor dikarenakan jebolnya penyekatan.

Menanggapi hal ini Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Dicky Pranata mengatakan narasi pada video yang menyebut jebolnya penyekatan itu tidak benar. Video itu sendiri adalah video lama. Dicky mengatakan kondisi Puncak Bogor pada malam tadi terpantau aman. Namun, dia mengakui ada sejumlah warga yang konvoi hendak lewat, namun petugas langsung memutar balikkan warga.

 

19. [Disinformasi] Bawang Putih Dapat Mengeluarkan Cairan di Paru-paru Akibat Covid-19

Beredar di media sosial facebook, unggahan video berdurasi 60 detik yang memperlihatkan cara melegakan hidung tersumbat dengan memasukkan bawang putih yang sudah dikupas ke dalam hidung.

Faktanya, dilansir dari liputan6.com yang meminta penjelasan dari dokter Muhammad Fajri Adda’i terkait klaim bawang putih dapat mengeluarkan cairan di paru-paru akibat Covid-19 tidaklah benar. dr. Fajri menyebut tindakan seperti itu justru bisa berbahaya jika dilakukan secara sembarangan karena jika ada bawang yang tertelan bisa menyumbat saluran pernafasan. Ada juga risiko iritasi dan bahkan bisa kekurangan oksigen jika bawang yang dimasukkan ke hidung menutupi saluran pernafasan.

 

20. [Disinformasi] CT Value Sebagai Penentu Kesembuhan Pasien Covid-19

Beredar di media sosial sebuah informasi terkait nilai Cycle Threshold (CT Value) untuk menentukan kesembuhan pasien Covid-19. Dalam pesan tersebut, nilai CT dikelompokan dalam beberapa kategori untuk menentukan kesembuhan pasien Covid-19.

Faktanya, informasi terkait kategori nilai CT tersebut adalah tidak tepat. Melalui unggahan akun Twitter resmi @PBIDI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengon?rmasi bahwa tidak ada pengelompokan berdasarkan nilai CT dan nilai CT tidak dapat dibandingkan antar lab karena ada perbedaan dalam metode, alat, reagen, beserta sampel yang diperiksa. Selain itu, ditegaskan juga berapapun nilai CT apabila hasil tes PCR menunjukkan positif, maka tetap harus menjalani isolasi dan berkonsultasi dengan dokter. Hal serupa juga dijelaskan oleh Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan, Dr.Jaka Pradipta. Mengutip dari suara.com, Dr. Jaka memaparkan, nilai CT bukanlah tolak ukur kesembuhan pasien Covid-19 dan juga bukan patokan apakah seseorang masih bisa menularkan Covid-19.

 

21. [Disinformasi] Video "Kejadian Pagi ini di Riau Tidak Boleh Salat Iduladha"

Beredar sebuah video pada media sosial TikTok yang menampilkan kerusuhan antara satpol pp dengan warga. Dalam video tersebut terdapat narasi "KEJADIAN PAGI DI RIOW TIDAK BOLEH SOLAT IDUL ADHA".

Faktanya, dikutip dari cakaplah.com, video tersebut bukanlah kerusuhan yang diakibatkan karena larangan salat Iduladha, melainkan unjuk rasa yang dilakukan puluhan tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Kantor Bupati Kampar pada Senin, 16 Juli 2018 lalu.

 

 

Share Berita Ini :


Berita Terpopuler